trading valas online

Nama-nama Bank Sentral

Negara Mata Uang Nama Bank Sentral Pimpinan Suku Bunga
USA US Dollar The Federal Reserve Ben Bernanke 0.25 %
Uni Eropa Euro European Central Bank (ECB) Jean-Claude Trichet 1.00 %
Inggris Poundsterling Bank of England (BOE) Mervyn King 0.50 %
Australia Australian Dollar Reserve Bank of Australia (RBA) Glenn Stevens 3.00 %
Jepang Yen Bank of Japan (BOJ) Toshihiko Fukui 0.10 %
Swiss Swiss Franc Swiss National Bank Jean-Pierre Roth 0.25 %

Incoming search terms for the article:

Dasar-Dasar Perdagangan FOREX

Perdagangan forex adalah perdagangan berjangka (future), di mana pembayaran terjadi hari ini dan penyerahan barang terjadi di kemudian hari, sesuai kesepakatan.

Apa itu Forex Online Trading???

Perdagangan mata uang asing tidak ada bedanya dengan barang lainnya, yaitu terjadi aktivitas pertukaran, di mana pemilik barang menyerahkan barangnya kepada pembeli, kemudian pembeli akan menyerahkan uang sebagai penukar barang yang didapatnya.

Dalam hal perdagangan mata uang kedua belah pihak penjual dan pembeli sama-sama menyerahkan uang, sebagai penukar, tetapi uang tersebut berbeda asalnya. Sebagai contoh, kita di Indonesia memiliki mata uang rupiah, kemudian kita ingin membeli dollar AS, maka kita menyerahkan rupiah kita untuk mendapatkan dollar AS. Tentu nilai pertukaran tersebut menurut harga pasar.

Jika di pasar, harga seekor sapi Rp. 5.000.000, maka kita harus menyerahkan uang sejumlah itu untuk mendapatkan seekor sapi. Nah, di pasar forex, kita juga harus menyerahkan uang kita sejumlah harga pasar atas dollar AS yang kita beli. Jika harga pasar dollar AS adalah Rp 9,000, maka kita harus menyerahkan Rp. 9,000 untuk mendapatkan US$ 1, atau Rp. 18,000 untuk mendapatkan US$ 2.

Operasi Perdagangan Forex

Untung vs rugi. Perbedaan lain, jika perdagangan barang terjadi secara spot, artinya jika kita membayar hari ini kita akan mendapatkan barang hari ini juga, istilahnya cash and carry, maka perdagangan forex adalah perdagangan berjangka (future), di mana pembayaran terjadi hari ini dan penyerahan barang terjadi di kemudian hari, sesuai kesepakatan. Perbedaan antara pembayaran dan penyerahan barang inilah yang menyebabkan perbedaan harga, dan menjadi sumber keuntungan dari perdagangan forex ini.

Sebagai contoh, kita membeli dollar AS dengan harga Rp. 9.000 pada hari ini untuk penyerahan satu bulan yang akan datang, artinya kita baru menerima dollar AS yang kita beli sekarang sebulan yang akan datang. Nah, apa yang terjadi sebulan yang akan datang? Tentu nilai dollar AS bisa saja berubah dari nilai pada hari transaksi, bisa naik, turun atau tetap (Jika misalnya sapi barang kali bisa bertambah gemuk, kurus atau tetap sebulan kemudian). Jika harga satu  dollar AS satu bulan kemudian menjadi Rp. 8,000, maka kita akan rugi Rp.1.000, sebab kita membeli dengan harga Rp. 9,000, kini yang kita dapat Rp. 8,000. Sebaliknya, jika sebulan kemudian harga satu dollar AS menjadi Rp. 10,000, maka kita akan mendapat keuntungan Rp. 1.000

Likuidasi. Dalam perdagangan forex yang menganut perdagangan futures, keuntungan dan kerugian itu tidak harus terjadi, selama kita tidak mengeksekusinya. Ini berbeda dengan perdagangan yang menganut forward di mana eksekusi penyerahan barang harus dilakukan pada waktu yang telah disepakati (dalam contoh kita satu bulan). Eksekusi istilah resmi yang digunakan adalah likuidasi- pada perdagangan forex, bisa kapan saja. Kita lanjutkan saja contoh kita, misalnya, setelah satu bulan kita mendapati harga satu dollar AS menjadi Rp. 8.000, berarti kita akan rugi Rp. 1.000 jika kita likuidasi sesuai kesepakatan. Karena itu, kita bisa menundanya, barangkali beberapa hari ke depan harga dollar AS akan naik lagi. Jika seminggu kemudian, perkiraan kita benar harga dollar AS naik menjadi Rp. 10.000 kita bisa melikuidasinya, dan mengantongi keuntungan Rp. 1.000.

Waktu likuidasi. Dalam likuidasi kita di atas, kita menunggu sampai satu bulan, bahkan kita menambahkan waktu satu minggu lagi. Kalau begitu bertransaksi di forex memerlukan waktu cukup lama? Tidak. Bahkan dalam hitungan menit pun kita bisa segera melakukan likuidasi, jika kita sudah mendapatkan keuntungan atau ingin mengurangi kerugian atau terpaksa menjual karena sedang membutuhkan uang. Justru disinilah kesempatan menjadi orang kaya mendadak bisa direalisasi, demikian pula sebaliknya bisa jatuh miskin seketika.

Mata uang. Dalam contoh kita, mata uang dollar AS bertindak sebagai “barang”, sedang mata uang rupiah bertindak sebagai sebagai alat pembayaran. Dalam perdagangan forex, dollar, AS sering bertindak sebagai uang, sedang mata uang lain bertindak sebagai barang. Karena kita di Indonesia, maka rupiah akan selalu menjadi uang. Bahkan bisa tiga kali transaksi (arbitrage triangular). Misalnya, kita ingin bertransaksi membeli Yen (bertindak sebagai barang) dengan dollar AS (bertindak sebagai uang), maka transaksi  pertama adalah kita membeli dollar AS. Setelah mendapat dollar AS kita menggunakannya untuk membeli Yen. Akhimya setelah menjadi Yen, kita harus menggunakannya untuk membeli rupiah saat kita akan menggunakan uang kita di Indonesia.

Kurs yang digunakan. Di atas kita harus menukar mata uang rupiah dua kali, yaitu membeli dollar AS ketika akan membeli Yen dan menjual Yen ketika transaksi selesai dan kita ingin menggunakan uang kita di Indonesia. Berapakah kurs yang digunakan? Ingat di sini kita bertransaksi dengan perusahaan broker yang akan melaksanakan amanat kita. Dalam hal demikian, terdapat variasi diantara perusahaan broker. Ada yang mengenakan kurs pasar, ada juga yang menggunakan kurs tetap yang telah ditetapkan dalam perjanjian- dan ada juga yang menggunakan kombinasi antara kurs pasar dan kurs tetap, misalnya saat membeli untuk investasi, digunakan kurs pasar, tetapi saat mengakhiri transaksi digunakan kurs tetap.

Mata uang yang diperdagangkan. Pada umumnya mata uang yang diperdagangkan di perusahaan pialang adalah mata uang negara-negara industri yang sangat maju atau yang disebut sebagai mata uang kuat (hard currency). Sebab mata uang inilah yang pergerakannya sangat fluktuatif, sehingga memungkinkan terjadinya perdagangan. Tabel 2.1 menyajikan daftar beberapa mata uang kuat yang lazim diperdagangkan dalam perdagangan forex.

Tabel Daftar Mata Uang yang Diperdagangkan dalam Perdagangan Forex

Kode Nama Resmi Negara
USD US Dollar Amerika
JPY Japanese Yen Jepang
CHF Swiss Franc Swiss
GBP Poundsterling Inggris
EUR Euro Uni Eropa
AUD Australian Dollar Australia

Lalu, bagaimana cara membaca kurs ?

Membaca kurs sebenarnya sangat mudah, yaitu dengan mengetahui mata uang mana yang bertindak sebagai barang. Mata uang yang bertindak sebagai barang inilah yang dianggap bemilai 1 untuk setiap nilai mata uang yang bertindak sebagai uang.

Contoh:
1. Untuk GBP dan EUR :

GBP/USD  l,8850/55
Artinya:
Harga jual GBP 1 = USD 1,8850
Harga beli GBP 1 = USD 1,8855

EUR/USD  1,2750/55
Artinya:
Harga jual EUR 1 = USD 1,2750
Harga beli EUR 1 = USD 1,2755

Dengan demikian, mata uang GBP dan EUR bertindak sebagai barang, sedang USD bertindak sebagai uang. Implikasinya:
-  Kalau harga naik, berarti GBP atau EUR menguat dan USD melemah.
-  Kalau harga turun, berarti GBP atau EUR melemah dan USD menguat.

2. Untuk CHF dan JPY :

USD/CHF  1,2250/55
Artinya:
Harga jual USD 1 = CHF 1,2250
Harga beli USD 1 = CHF 1,2255

USD/JPY  104.50/55
Artinya:
Harga jual USD 1 = JPY 104.50
Harga beli USD 1 = JPY 104.55

Di sini USD bertindak sebagai barang, sedang CHF dan JPY bertindak sebagai uang. Implikasi:
-  Kalau harga naik, berarti USD menguat sedangkan CHF dan JPY melemah.
-  Kalau harga turun, berarti USD me1emah sedangkan CHF dan JPY menguat.

Incoming search terms for the article:

Alternatif Investasi

Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan investasi, tibalah saatnya melakukan investasi. Pertanyaan yang muncul kemana kita akan melakukan ivestasi tersebut? Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus mengetahui alternatif-alternatif investasi.

Secara garis besar, lahan investasi secara umum dapat dibagi dua, yaitu real asset investment and financial asset investment.

Real asset investment adalah komitmen mengikatkan aset pada sektor real. Seperti diketahui, istilah sektor real sering digunakan untuk menunjukkan sektor diluar keuangan, seperti perdagangan, industri, pertanian dan lain sebagainya. Dengan demikian, investasi pada sektor real adalah komitmen mengikatkan aset di luar sektor keuangan. Sebagai contoh dari real asset investment, misalnya membeli ruko untuk berdagang tekstil atau barang lainnya, membangun pabrik, membeli apartemen kemudian disewakan, membeli lukisan untuk dijual kembali dan masih banyak lagi.

Ciri-ciri investasi di sektor real ini adalah perantara tidak mutlak. diperlukan dan informasi bisa didapat secara langsung dari lapangan, karena obyek investasinya bisa dilihat secara nyata, misalnya mutu bangunan ruko yang kita beli, dapat kita lihat langsung dari tampilan bangunan-bahan bangunannya baik, warnanya cocok, ukurannya tepat dan lain sebagainya.

Sedang financial asset investment (investasi di sektor keuangan) atau sering juga disebut portfolio investment (investasi portofolio) adalah komitmen untuk mengikatkan aset pada surat-surat berharga (securities), yang diterbitkan oleh penerbitnya. Penerbit surat berharga ini beragam,mulai dari individu, perusahaan hingga pemerintah. Demikian pula dengan jenisnya, sangat beragam, mulai dari yang sederhana seperti utang piutang antar pribadi hingga produk derivative (turunan) yang rumit, seperti future. Sebagai contoh investasi pada sektor keuangan ini, misalnya, kita menabung uang di bank, membeli saham, obligasi atau reksadana.

Ciri-ciri investasi di sektor keuangan yang membedakannya, dengan investasi di sektor real adalah dalam melakukan investasi perantara mutlak diperlukan, kemudian informasi hanya bisa didapat dari prospektus, laporan tahuhan atau proposal. Karena manajemen investasi menyajikan teori-teori tentang Portofolio, maka konsentrasi kita akan kita curahkan pada investasi di sektor keuangan ini.

Selain memiliki ciri-ciri tersebut, investasi keuangan juga lebih banyak melibatkan Profesi, yang untuk bisa menyandang profesi tersebut diperlukan ujian standar profesi. Ini sangat wajar, karena bisnis di industri keuangan ini lebih mengandalkan kepercayaan, sehingga untuk melegitimasi kepercayaan tersebut diperlukan standar tertentu. Kepercayaan, menjadi sangat penting karena “komoditi” yang menjadi obyek transaksi adalah “barang” tak berwujud, yaitu hanya berupa kertas yang memuat pernyataan bahwa pemilik kertas tersebut memiliki hak tagih/bayar kepada penerbitnya. Bahkan dalam sistem perdagangan tanpa warkat (scriptless trading), atas saham-saham di BEJ (Bursa Efek Jakarta) investor sudah tidak lagi melihat wujud saham secara fisik, melainkan hanya laporan perusahaan pialang mengenai perubahan jumlah saham dan nilainya, tak ubahnya seperti kita menerima laporan rekening koran dari bank setiap bulan.

Incoming search terms for the article: